Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ekonomi

Purbaya vs Sri Mulyani: Dua Wajah Menteri Keuangan, Dua Gaya Mengelola Ekonomi

Gambar
Oleh: Paulinus Teensian Mangko Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tampil dengan gaya berbeda. Ia melontarkan kritik terbuka kepada para direktur utama bank-bank BUMN yang menurutnya terlalu nyaman, malas berpikir kreatif, dan lebih senang bermain aman. Bahkan, dengan nada satir, ia menyebut para bankir mungkin lebih sering menghabiskan Sabtu-Minggu di lapangan golf ketimbang memutar otak mencari terobosan pembiayaan. Kritik itu muncul setelah pemerintah menggelontorkan dana Rp200 triliun dalam bentuk deposito ke bank-bank pelat merah. Harapannya sederhana: dengan dana murah ini, bank akan lebih agresif menyalurkan kredit ke sektor produktif, mendorong proyek unggulan pemerintah, dan pada akhirnya menumbuhkan ekonomi. Di atas kertas, logika Purbaya tampak mulus. Namun, realitas ekonomi tidak sesederhana itu. Jika memang mudah, tentu sudah lama dilakukan oleh pendahulunya, Sri Mulyani, yang justru dikenal sangat berhati-hati dan realistis dalam mengelola fiskal maupun kebijakan perban...

Dirut Bank Pusing Terima Dana Rp 200 Triliun, Tantangan Strategi Purbaya Dongkrak Sektor Riil

Gambar
Oleh: Paulinus Teensian Mangko Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan cerita menarik di balik kebijakan pemerintah mengalihkan dana Rp 200 triliun dari Bank Indonesia (BI) ke perbankan, khususnya bank-bank milik negara (himbara). Menurutnya, para direktur utama (dirut) perbankan justru “pusing” menerima gelontoran dana sebesar itu. Bahkan, ada salah satu bank yang menyatakan hanya sanggup menampung deposito senilai Rp 7 triliun, jauh di bawah angka yang ditawarkan pemerintah. Namun, Purbaya menolak pembatasan tersebut dan tetap mendorong bank-bank untuk menerima dana jumbo itu. Kebijakan ini sejatinya dirancang untuk memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit ke masyarakat, terutama sektor riil. Seperti yang telah diulas sebelumnya, Purbaya berharap uang tersebut tidak mengendap di kas bank, melainkan benar-benar diputar menjadi pembiayaan produktif. Namun, pernyataan Menkeu bahwa para dirut bank kebingungan menunjukkan bahwa implementasi kebi...