Pesta Perak 25 Tahun Tahbisan Uskup, Mgr. Aloysius Ingatkan Pelajar Jangan Kejar Nilai dengan Mencontek

Oleh: Paulinus Teensian Mangko

Mgr. Aloysius Sutrisnaatmaka MSF Tegaskan Pendidikan Bukan Sekadar Angka, tetapi Membentuk Karakter dan Masa Depan

IWARAINFO.COM, Palangka Raya – Perayaan syukur 25 Tahun Tahbisan Episkopal Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka berlangsung penuh khidmat di Katolik Center Palangka Raya, Sabtu (9/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Uskup Palangka Raya itu menyampaikan pesan mendalam kepada ratusan pelajar dan mahasiswa Katolik agar tidak terjebak pada orientasi nilai semata dalam dunia pendidikan.

Dalam homilinya pada Misa Syukur Pesta Perak tahbisan episkopalnya, Mgr. Aloysius menegaskan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya tentang mendapatkan angka tinggi di atas kertas, tetapi proses membangun fondasi kehidupan yang kuat dan jujur.

“Kalau hanya mendapat nilai tinggi, dengan mencontek pun bisa. Itulah kenapa, proses belajar harus dijadikan sebagai modal untuk hidup lebih baik ke depannya,” tegas Mgr. Aloysius di hadapan para pelajar dan mahasiswa yang memenuhi lokasi perayaan.

Menurutnya, generasi muda saat ini harus mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Karena itu, kemampuan berpikir kritis, kejujuran, dan karakter yang baik menjadi bekal utama yang harus dimiliki setiap pelajar.

Mgr. Aloysius juga mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa dibarengi kehidupan spiritual yang baik. Ia mengajak generasi muda Katolik untuk tetap memegang teguh nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana perayaan semakin kental dengan nuansa budaya lokal. Sebelum Misa Syukur dimulai, kegiatan diawali dengan prosesi Potong Pantan, yaitu tradisi penyambutan tamu kehormatan dalam adat Dayak.

Bagi Mgr. Aloysius, kehadiran ritus budaya tersebut menjadi bentuk nyata bagaimana Gereja Katolik tetap menjaga harmoni antara nilai keagamaan dan budaya lokal.

“Prosesi potong pantan bukan sekadar formalitas, tetapi juga secara konsisten menunjukkan kepada para pelajar Katolik bagaimana Gereja tetap menjaga bagaimana agama dan adat saling melengkapi, bukan meniadakan,” jelasnya.

Perayaan Pesta Perak Tahbisan Episkopal ini tidak hanya menjadi momentum syukur atas pengabdian 25 tahun Mgr. Aloysius sebagai uskup, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi generasi muda Katolik untuk memahami arti pendidikan, iman, dan budaya dalam kehidupan mereka. (PTM)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

WFH ASN Bartim Bukan Libur! Ini Aturan Lengkap dari Bupati

Bupati M. Yamin Tegaskan Batas Wewenang Perbaikan Jalan

580 PPPK Paruh Waktu Terima SK, Sapta Prasetyo: Status Ini Sementara