Bahaya Narkoba Mengintai Siswa Sekolah: Ancaman Nyata Masa Depan Bangsa

Oleh: Paulinus Teensian Mangko


IWARAINFO.BLOGSPOT.COM - Narkoba (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya) telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda Indonesia, khususnya para siswa sekolah. Di balik pagar sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman untuk menuntut ilmu, bahaya narkoba ternyata mengintai, bahkan masuk melalui berbagai celah yang tak terduga.

Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), pada tahun 2023, tercatat sekitar 2,29 juta pengguna narkoba berasal dari kelompok pelajar dan mahasiswa. Fakta ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan tengah berada dalam situasi darurat narkoba.

Mengapa Siswa Menjadi Sasaran?

Psikolog anak dan remaja dari Universitas Indonesia, Dr. A. Kasandra Putranto, menyatakan bahwa usia remaja adalah masa pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. “Remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, serta cenderung mengikuti kelompok sebayanya. Jika lingkungan mendukung penggunaan narkoba, maka risiko mereka terjerumus sangat besar,” ujar Dr. Kasandra seperti dikutip dari Kompas.com (2022).

Selain itu, faktor tekanan akademik, masalah keluarga, hingga akses mudah terhadap internet dan media sosial turut mempengaruhi perilaku berisiko ini. Di media sosial, narkoba bisa dikemas dalam bentuk permen, minuman energi, hingga rokok elektrik, yang membuat siswa tidak menyadari bahayanya.

Dampak Penggunaan Narkoba pada Pelajar

Dampak narkoba pada siswa sangat mengkhawatirkan. Dari sisi kesehatan, penggunaan narkoba bisa merusak sistem saraf pusat, mengganggu fungsi otak, serta menyebabkan kecanduan dan gangguan mental. Dari sisi sosial, siswa pengguna narkoba cenderung mengalami penurunan prestasi akademik, konflik dengan keluarga, hingga terlibat dalam tindak kriminal.

Dokter spesialis kedokteran jiwa, dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, menyampaikan bahwa efek narkoba terhadap otak remaja jauh lebih berbahaya dibandingkan orang dewasa. “Otak remaja masih dalam tahap perkembangan, sehingga dampak neurotoksik narkoba bisa menyebabkan kerusakan permanen pada fungsi kognitif dan emosional mereka,” jelasnya kepada Tempo.co (2021).

Peran Sekolah dan Keluarga

Pencegahan penyalahgunaan narkoba memerlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sekolah harus aktif menyosialisasikan bahaya narkoba melalui program pendidikan karakter, penyuluhan rutin, dan pengawasan yang ketat. Sementara itu, keluarga sebagai lingkungan pertama anak harus membangun komunikasi yang terbuka dan penuh perhatian.

Kepala BNN 2020 - 2023, Komjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, menekankan pentingnya pendekatan holistik. “Pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dengan penindakan hukum, tapi juga melalui pendidikan, rehabilitasi, dan penguatan karakter generasi muda,” ujarnya dalam konferensi pers BNN (2023).

Bahaya narkoba yang mengintai siswa sekolah bukanlah isapan jempol. Kesadaran dan kewaspadaan semua pihak menjadi kunci utama dalam melindungi masa depan generasi muda. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi benteng terakhir pertahanan moral anak-anak bangsa dari ancaman narkoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Timur Gelar Acara Perpisahan Honorer Lulus PPPK dan Penyambutan ASN Baru

Kemenkes Terbitkan Edaran Waspada Kenaikan Kasus COVID-19 Asia, Indonesia Diminta Siaga

Relawan Barito Timur, Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Selalu Siaga Menolong Sesama