KONKLAF: PROSES PEMILIHAN PAUS PADA GEREJA KATOLIK
Paulinus Teensian Mangko
IWARAINFO.BLOGSPOT.COM — Konklaf adalah proses tertutup dan sakral yang digunakan untuk memilih Paus baru dalam Gereja Katolik. Istilah "konklaf" berasal dari bahasa Latin cum clave, yang berarti "dengan kunci", mencerminkan praktik mengunci para kardinal dalam Kapel Sistina di Vatikan hingga mereka memilih Paus baru.
Proses Konklaf
Setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025, konklaf dijadwalkan dimulai sekitar dua hingga tiga minggu kemudian, memberikan waktu untuk masa berkabung selama sembilan hari dan memungkinkan para kardinal dari seluruh dunia tiba di Vatikan.
Pemilihan dilakukan di Kapel Sistina, di mana para kardinal berkumpul dalam suasana tertutup. Setiap hari, hingga empat pemungutan suara dapat dilakukan. Seorang kandidat harus memperoleh dua pertiga dari total suara untuk terpilih sebagai Paus. Setelah setiap pemungutan suara, surat suara dibakar, dan asap yang dihasilkan menjadi tanda bagi dunia: asap hitam menandakan belum tercapainya konsensus, dan asap putih menandakan terpilihnya Paus baru.
Hak Memilih dan Dipilih
Jumlah kardinal yang memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam Konklaf 2025 adalah 135 orang. Namun, dua kardinal elektor mengumumkan bahwa mereka tidak akan hadir, sehingga jumlah kardinal yang berpartisipasi menjadi 133 orang. Para kardinal ini dipilih berdasarkan konstitusi apostolik Universi Dominici gregis, yang menyatakan bahwa hanya kardinal yang belum berusia lebih dari 80 tahun pada hari ketika Takhta Suci menjadi kosong yang dapat berpartisipasi dalam konklaf
Paus Pertama: Santo Petrus
Santo Petrus adalah Paus pertama dalam sejarah Gereja Katolik. Yesus Kristus memberikan peran khusus kepada Petrus, seperti yang tercatat dalam Injil Matius 16:18-19:
"Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku... Aku akan memberikan kepadamu kunci Kerajaan Surga..."
Ayat ini menjadi dasar teologis bagi peran kepemimpinan Petrus dan suksesi apostolik yang berlanjut hingga Paus saat ini.
Suksesi Kepemimpinan Paus
Sejak Santo Petrus, Gereja Katolik telah mempertahankan garis suksesi kepemimpinan yang tidak terputus. Setiap Paus baru dianggap sebagai penerus Petrus, menjaga kontinuitas ajaran dan tradisi Gereja.
Kardinal Indonesia dalam Konklaf 2025
Kardinal adalah pejabat senior dalam Gereja Katolik Roma, merupakan seorang uskup, yang diangkat oleh Paus dan memiliki posisi penting dalam struktur gereja. Mereka adalah anggota Dewan Kardinal, yang berperan dalam pemilihan Paus dan memberikan nasihat kepada Paus dalam pemerintahan gereja.
Indonesia memiliki satu kardinal yang berpartisipasi dalam konklaf 2025 yaitu Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo: Uskup Agung Jakarta sejak 2010 dan diangkat sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus pada 5 Oktober 2019.
Kehadiran kardinal dari Indonesia ini mencerminkan peran penting Asia dalam Gereja Katolik global. Meskipun peluang untuk terpilih sebagai Paus mungkin kecil, partisipasinya menunjukkan keterlibatan aktif Indonesia dalam kepemimpinan Gereja.
Dengan konklaf 2025 yang sedang berlangsung, umat Katolik di seluruh dunia menantikan terpilihnya Paus baru yang akan melanjutkan misi Gereja dalam menghadapi tantangan zaman modern.

Komentar
Posting Komentar