Advokasi PM & KKA SMP 2026 Digelar Nasional, Perkuat Pembelajaran Mendalam dan Literasi AI
Oleh: Paulinus Teensian Mangko
Direktur SMP Maulani Mega Hapsari: Pembelajaran Mendalam Harus Mindful, Meaningful, dan Joyful
IWARAINFO.COM, Jakarta — Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan kegiatan Advokasi Pendampingan Implementasi Pembelajaran Mendalam serta Koding dan Kecerdasan Artifisial (PM & KKA) bagi BBPMP/BPMP dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai Selasa (21/4/2026) hingga Rabu (22/4/2026) secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Advokasi ini bertujuan memastikan pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan berjalan optimal melalui transformasi pembelajaran di jenjang SMP.
Dalam pembukaan kegiatan, Direktur SMP, Maulani Mega Hapsari, menegaskan pentingnya pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pengalaman murid. Ia menyampaikan, “Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.”
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa integrasi Koding dan Kecerdasan Artifisial menjadi bagian penting dalam penguatan kompetensi abad ke-21. “KKA merupakan model pembelajaran yang menggabungkan kemampuan koding dan kecerdasan artifisial dalam proses belajar,” ujarnya.
Melalui integrasi tersebut, diharapkan mampu meningkatkan literasi digital murid, membentuk pola pikir logis, sistematis, dan etis dalam pemecahan masalah, serta membekali keterampilan esensial seperti berpikir komputasional, analisis data, algoritma pemrograman, hingga pemahaman etika dan pendekatan human-centered.
Dalam implementasinya, Pembelajaran Mendalam difokuskan pada pencapaian delapan dimensi profil lulusan, yakni keimanan dan ketakwaan, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Proses pembelajaran juga harus berlandaskan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
Pendekatan ini diwujudkan melalui pengalaman belajar yang mendorong murid untuk memahami, mengaplikasikan, serta merefleksikan pengetahuan yang diperoleh. Pelaksanaan pembelajaran turut didukung praktik pedagogis yang menekankan pengalaman autentik, lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai katalis.
Selain itu, kemitraan pembelajaran yang kuat antara pendidik dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun hubungan kolaboratif demi peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
Dengan adanya kegiatan advokasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan di daerah mampu mengimplementasikan PM & KKA secara efektif, sehingga mutu pendidikan SMP di Indonesia semakin meningkat dan relevan dengan perkembangan zaman. (PTM)

Komentar
Posting Komentar