Postingan

Menampilkan postingan dengan label kearifan lokal

Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik Paulinus: Kabut Asap Kalimantan, Jangan Jadikan Petani Dayak Kambing Hitam

Gambar
Oleh: Paulinus Teensian Mangko Ketika kearifan lokal disalahkan, sementara akar persoalan karhutla belum benar-benar diteliti Setiap kali kabut asap pekat menyelimuti sebagian wilayah Kalimantan, sebuah tudingan yang seolah selalu siap digunakan kembali muncul: masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar dianggap sebagai salah satu biang kerok utama kebakaran hutan dan lahan. Tudingan semacam ini tentu perlu dikritisi. Bukan karena masyarakat menolak tanggung jawab terhadap lingkungan. Bukan pula karena semua aktivitas pembakaran dapat dibenarkan. Tetapi karena persoalan karhutla tidak sesederhana "ada api berarti petani yang salah". Terlebih ketika praktik yang dituding merupakan bagian dari sistem perladangan tradisional masyarakat adat yang telah berlangsung turun-temurun dan memiliki tata cara pengendalian api yang jelas. Di kalangan masyarakat Dayak Ma'anyan, misalnya, pembukaan lahan untuk berladang secara tradisional bukan sekadar menebang kemudian membakar....