Pemkab Barito Timur Pantau Distribusi BBM di SPBU Longkang, Antrean Diatur Empat Jalur
Oleh: Paulinus Teensian Mangko
Asisten I Setda Bartim Pastikan Pasokan Tetap Berjalan Meski Pengiriman dari Banjarmasin Belum Normal
IWARAINFO.COM, Tamiang Layang – Pemerintah Kabupaten Barito Timur melakukan pemantauan langsung distribusi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Longkang, Senin (11/5/2026), guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan aman dan tertib di tengah meningkatnya antrean kendaraan.
Kegiatan pemantauan dipimpin Asisten I Setda Barito Timur, Ari Panan P. Lelu bersama unsur terkait. Dari hasil pengecekan di lapangan, distribusi BBM masih berlangsung meskipun pasokan dari depo Banjarmasin mengalami keterlambatan akibat penyesuaian harga baru.
Ari Panan mengatakan, kondisi distribusi saat ini masih terkendali dan pemerintah daerah terus melakukan pengawasan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Pengiriman dari depo Banjarmasin saat ini memang belum normal karena ada kenaikan harga, sehingga pihak penyalur harus menyesuaikan dengan harga baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pasokan Pertamax yang masuk mencapai 8 ribu liter dengan harga Rp12.600 per liter. Untuk mencegah penumpukan antrean, pengisian dibatasi maksimal Rp500 ribu bagi kendaraan roda empat dan Rp160 ribu untuk roda dua.
Sementara itu, Pertalite juga tersedia sebanyak 8 ribu liter dengan harga Rp10 ribu per liter. Pembelian dibatasi Rp400 ribu untuk roda empat dan Rp100 ribu bagi roda dua.
Selain itu, Dex tersedia sebanyak 8 ribu liter dengan harga Rp26.600 per liter. Adapun Bio Solar disalurkan sebanyak 8 ribu liter dengan harga Rp6.800 per liter dan pembelian maksimal Rp400 ribu.
Dalam upaya menjaga kelancaran antrean, pengelola SPBU bersama petugas melakukan pengaturan jalur kendaraan agar proses pengisian lebih tertib.
“Di SPBU dilakukan pembagian empat jalur antrean, yakni dua jalur untuk roda empat sesuai posisi tangki kiri dan kanan, serta dua jalur khusus roda dua agar antrean lebih tertib dan aman,” jelas Ari Panan.
Tidak hanya melakukan pemantauan di SPBU, tim juga mengecek harga BBM di sejumlah kios dan warung pengecer di sekitar wilayah tersebut. Dari hasil pemantauan, Pertamax dijual sekitar Rp15 ribu per liter, sedangkan Pertalite berkisar Rp13 ribu per liter.
Pemerintah daerah turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menjaga ketertiban selama proses antrean berlangsung. Warga juga diminta memanfaatkan layanan Pertashop untuk membantu mengurangi kepadatan antrean di SPBU.
“Kami mengimbau warga yang antre di SPBU tetap menjaga ketertiban. Untuk mengurangi antrean, masyarakat juga dapat membeli BBM di Pertashop yang tersedia meskipun kuotanya sekitar 3 ribu liter,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak akan membiarkan adanya pihak yang memanfaatkan kondisi keterbatasan BBM demi meraup keuntungan berlebihan.
“Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan dari situasi ini. Pemerintah akan terus melakukan pemantauan agar distribusi BBM tetap berjalan baik dan masyarakat tetap terlayani,” pungkasnya. (PTM)

Komentar
Posting Komentar